Benih Cinta Tanah Air Di Sekolah

8 Februari 2010 at 4:05 am | In Bahasa budaya, Cinta Tanah Air, Sekolah | Leave a Comment
Oleh: F. Ariningrum I.W

Apa yang dilakukan sekolah (para guru) untuk menanamkan kebanggaan pada diri para siswa-siswinya untuk bisa mencintai negerinya sendiri? Bagaimana dengan sekolah berkurikulum asing? Inilah pengakuan beberapa di antaranya.

“Sekolah kami memang belum memiliki program esktrakurikuler seperti pramuka, tari-tarian daerah, dan sebagainya. Namun untuk memupuk rasa cinta tanah air pada para siswa, kami para guru kerap menyelenggarakan event misalnya, Indonesian Culture. Pada event itu, masing-masing kelas dari kelas 1 sampai 6 akan memilih sendiri daerah mana yang akan mereka pelajari selama seminggu ke depan. Continue reading Benih Cinta Tanah Air Di Sekolah…

Komponis Pejuang Legendaris

15 Januari 2010 at 5:24 am | In Komponis, Legendaris, Pejuang | 1 Comment

Oleh: TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

Komponis pejuang dan maestro musik legendaris ini dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden RI, dalam rangkaian Hari Pahlawan 10 November 2004 di Istana Negara. Dia dikenal sebagai pejuang dan tokoh seniman pencipta lagu bernuansa perjuangan yang dapat mendorong semangat membela kemerdekaan.

Ismail Marzuki kelahiran kampung Kwitang, Jakarta Pusat, pada tahun 1914 ini menciptakan sekitar 250 lagu. Karya-karyanya sampai hari ini masih sering terdengar, antara lain Juwita Malam, Sepasang Mata Bola, Selendang Sutera, Sabda Alam, dan Indonesia Pusaka. Continue reading Komponis Pejuang Legendaris…

Kemandirian, Dasar Martabat Bangsa

8 Januari 2010 at 5:29 am | In Bangsa, Kemandirian, Martabat | 1 Comment

http://angganabunawan.files.wordpress.com/2009/11/bendera1.jpg?w=150&h=217

Oleh: Sri Edi Swasono

Ide dan Tekad Mandiri Sejak Pra-Kemerdekaan

Menimba pemikiran di zaman prakemerdekaan di awal tulisan ini merupakan titik tolak untuk meninjau relevansinya terhadap masa kini, meninjau kadar kekiniannya. Perhimpunan Indonesia di negeri Belanda (Indische Vereeniging kemudian menjadi Indonesische Vereeniging) pada tahun 1921 memantapkan diri sebagai perhimpunan politik yang kemudian sangat berperan-menentukan dalam perjuangan kemerdekaan nasional Indonesia. Continue reading Kemandirian, Dasar Martabat Bangsa…

SD Tamansiswa Pertahankan Pelajaran Budi Pekerti

29 Desember 2009 at 6:32 am | In Budi Pekerti, Ki Hajar Dewantara, TAMAN SISWA | Leave a Comment

Oleh: KOMPAS.com

Taman Muda (sekolah dasar) Ibu Pawiyatan Tamansiswa, Yogyakarta, sampai saat ini masih menerapkan pelajaran budi pekerti melalui olahrasa dan seni budaya kepada para siswa.

“Tujuan pelajaran budi pekerti diberikan kepada siswa agar nilai-nilai budaya bangsa seperti sopan santun tidak luntur oleh perkembangan zaman,” kata Kepala SD Taman Muda Tamansiswa Yogyakarta Nyi Anastasia Riatri Asih di sela kegiatan open school” Taman Muda Ibu Pawiyatan Tamansiswa di Pendopo Tamansiwa Yogyakarta, Sabtu (25/4). Continue reading SD Tamansiswa Pertahankan Pelajaran Budi Pekerti…

Yang Terlupakan dari Ki Hajar Dewantara

29 Desember 2009 at 5:38 am | In Ki Hajar Dewantara, Pahlawan, Pendidikan | Leave a Comment

Oleh: Bajoe

Ki Hajar Dewantara adalah Bapak Pendidikan Nasional semua orang Indonesia sudah tahu. Tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional semua orang juga sudah tahu. Kalau masih ada orang yang tidak tahu, pasti ketika lulus sekolah, saat ujian beli bocoran jawaban :)

Tapi adakah yang tahu ajaran Ki Hajar Dewantara?
Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.
Yap betul! Tapi apakah semua tahu maksud dari kalimat filosofi ini ? Continue reading Yang Terlupakan dari Ki Hajar Dewantara…

Lakon Kresna Dhuta Memupuk Bela Negara

21 Desember 2009 at 3:01 am | In Kresna Dhuta, Wayang, bela negara | 1 Comment

Oleh: Anand Khrisna Centre

Pergelaran Wayang Orang (WO) Sriwedari Sabtu malam lalu terasa lain. Lakon Kresna Dhuta tidak memunculkan kiprah seorang raja kerajaan Dwarawati menjadi utusan para Pandawa meminta kerajaan Astina. Justru yang muncul, Kresna membujuk Arjuna agar menghadapi kenyataan bahwa dalam peperangan tidak boleh mendua. Siapapun yang menjadi lawan di medan peperangan harus dihadapi, meski itu orang yang dihormati seperti kakeknya sendiri. Continue reading Lakon Kresna Dhuta Memupuk Bela Negara…

Cinta Tanah Air Dan Bangsa

11 Desember 2009 at 5:03 am | In Bangsa, Cinta Tanah Air, Sejarah | Leave a Comment

http://belanegarari.files.wordpress.com/2009/03/pendaki-gunung.jpg?w=150&h=112Oleh: Granat WP

Bisa dikatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dilahirkan oleh generasi yang mempunyai idealisme cinta tanah air & bangsa, kalau tidak, mungkin saat ini kita bangsa Indoneia masih dijajah oleh Belanda yang luas negaranya dibandingkan pulau Bali saja masih luasan pulau Bali. Kita harus sangat terimakasih kepada para tokoh yang mencentuskan pembentukan organisasi Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, para pencetus Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, dan para tokoh yang memungkinkan terjadinya proklamasi 17 Agustus 1945. Continue reading Cinta Tanah Air Dan Bangsa…

Dialog Interaktif Dirjen Pothan Dephan Pada Kegiatan Sosialisasi Bela Negara Melalui RRI, Dengan Topik ”Kebijakan Pembinaan Potensi Pertahanan”

2 Desember 2009 at 1:09 am | In Dirjen Pothan, Pertahanan Dan Keamanan, Potensi Pertahanan | Leave a Comment

Oleh: Ditjen Pothan

Pada 16 Nopember 2009 Dirjen Pothan Dephan Budi Susilo Soepandji kedatangan tim dari RRI untuk melakukan dialog seputar masalah Potensi Pertahanan yang menjadi tugas pokok satuan kerja Ditjen Potensi Pertahanan (Pothan) Departemen Pertahanan, berikut adalah petikan dialog yang dapat kami rangkum :

1. Apa yang dimaksud dengan potensi pertahanan dan bagaimana kaitannya dengan pertahanan negara ? Continue reading Dialog Interaktif Dirjen Pothan Dephan Pada Kegiatan Sosialisasi Bela Negara Melalui RRI, Dengan Topik ”Kebijakan Pembinaan Potensi Pertahanan”…

Sang Bangsawan Yang Demokratis

24 November 2009 at 8:24 am | In Demokratis, Serangan Umum, Yogyakarta | 1 Comment

http://www.calegindonesia.com/content/files/images/news/sri_sultan_hbix.jpgOleh: TokohIndonesia.Com

Pemerintahan Kesultanan Yogyakarta mengalami banyak perubahan di bawah pimpinannya. Pendidikan Barat yang dijalaninya sejak usia 4 tahun membuat Sri Sultan Hamengku Buwono IX (HB IX) menemukan banyak alternatif budaya untuk menyelenggarakan Keraton Yogyakarta. Dengan wawasan barunya ia menunjukkan bahwa raja bukan lagi gung binathara, melainkan demokratis. Raja berprinsip kedaulatan rakyat tetapi tetap berbudi bawa leksana. Ia memiliki paham kebangsaan yang tinggi.

Dilahirkan di nDalem Pakuningratan kampung Sompilan Ngasem pada hari Sabtu Paing tanggal 12 April 1912 Continue reading Sang Bangsawan Yang Demokratis…

Bahasa Dan Budaya Menunjukkan Nasionalisme

13 November 2009 at 5:57 am | In Bahasa budaya, Kebudayaan, Nasionalisme | Leave a Comment

Oleh: Arli Aditya Parikesit

Suatu sore, selepas kursus bahasa jerman yang melelahkan, pihak DAAD (dinas pertukaran akademis jerman), mengumpulkan kami, para penerima beasiswa, ke dalam kelas untuk berbagai macam pengumuman. Macam-macam yang dibahas, mulai dari masalah visa, kumpul keluarga, dan akhirnya, ke masalah apa gunanya mampu berbahasa jerman.
‘Saudara-saudara harus lulus ujian bahasa jerman dasar, baru bisa menginjakkan kaki ke jerman’. Demikian pengumuman dari pihak DAAD , sewaktu mengisi saresehan di Goethe Institut, di selang-selang kami kursus bahasa jerman. Pada awalnya, kami bingung bukan kepalang, mengapa menguasai bahasa jerman itu sebuah keharusan? Continue reading Bahasa Dan Budaya Menunjukkan Nasionalisme…

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.